[x] close
[x] close

New User Sign Up

IndonesiaIndonesia

Kompetisi Indonesia Lain

23 Januari 2012 | 08:26

Persepak Bola Indonesia Catat Sejarah di Eredivisie

Stefano Lilipaly/ dok.FcUtrecht.nl

Stefano Lilipaly. Nama yang mungkin sudah cukup akrab bagi sebagian pencinta sepak bola di Indonesia. Pesepak bola kelahiran Arnhem, 10 Januari 1990 itu memang memiliki darah Indonesia, yang berasal dari sang ayah, Ron Lilipaly. Sementara Ibunya, Adriana berasal dari Belanda.

Gelandang FC Utrecht ini sejatinya sudah mengantongi paspor Indonesia setelah disahkan oleh Kementrian Hukum dan HAM sebagai WNI sekitar Oktober tahun lalu. Karenanya, dia pun sudah memiliki hak memperkuat timnas Indonesia. Namun, kenyataannya hingga kini Lilipaly belum sekalipun mendapat kesempatan melakoni debut bersama Suad Garuda.

Namun, kisruh dualisme liga di sepak bola Indonesia agaknya berdampak positif kepada penantian gelandang berusia 22 tahun itu. PSSI yang bersikeras enggan memanggil beberapa pemain langganan timnas yang bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL) mulai melirik Lilipaly. Kesempatan pun sudah disiapkan untuk pemain keturunan Ambon itu.

Kabar tersebut tentunya membuat anak kedua dari empat bersaudara itu semringah. Perjuangan meniti karier di FC Utrecht pun tak sia-sia. Meski sudah pernah masuk ke dalam timnas Belanda kategori U-15 hingga U-18, Lilipaly memang mengaku lebih tertarik bergabung dengan timnas Indonesia di level senior.

Di level klub sendiri, sejak pindah dari tim junior AZ Alkmaar ke Jong FC Utrecht (tim junior), performa Lilipaly semakin memesona. Namun, baru pada 2011 dia mendapat promosi ke tim utama Utrecht. Sabtu (6/8/2011) merupakan hari bersejarah baginya. Pasalnya, saat itu pelatih Jan Wouters memercayakan dia melakoni debut bersama tim senior pada laga Eredivisie melawan VVV Venlo.

Melalui perjuangan keras, penantian Lilipaly akhirnya mencapai klimaks. Pada Minggu (22/1) ini, Wouters memercayakan dia bermain sebagai starter untuk pertama kalinya. Kesempatan itu tak disia-siakan. Lilipaly mencetak satu gol yang membawa Utrecht unggul atas PSV Eindhoven. Melalui serangan balik cepat, Lilipaly menerima umpan terobosan dari Edouard Duplin sebelum melepas tendangan diagonal mendatar dengan kaki kanan, yang membuat kiper PSV, Andres Isaksson tak bisa berbuat apa-apa.

Sayang, gol penyerang PSV, Ola Toivonen membuyarkan harapan Utrecht merebut kemenangan pada laga itu. Skor akhir menjadi 1-1. Kendati demikian, Lilipaly patut berbangga. Berkat gol perdananya bersama Utrecht, dia dinobatkan sebagai man of the match pada laga tersebut. Sebuah prestasi membanggakan bagi pemuda keturunan Indonesia.

“Aku 10 tahun bersama tim junior, dan ini momen terbaik buatku untuk unjuk gigi. Dan aku mampu mengatasinya,” ujar Lilipaly seusai laga. “Saat skor 1-0 merupakan situasi yang menyenangkan. Pasalnya, kami terus mendapat tekanan pada saat itu. Aku sempat mencoba menendang sekali, namun meleset. Kemudian, aku mendapat kesempatan kedua menerima umpan Duplan, dan itu masuk.”

Performa Lilipaly pun mendapat pujian dari sang pelatih. “Stefano mengalami kemajuan cukup pesat. Kami memiliki kedalaman skuad di posisi tengah, dan Stefano menunjukkan kemampuannya bertahan selama 90 menit,” puji Wouters atas aksi Lilipaly malam tadi.

Lilipaly patut bergembira. Gol perdananya bersama Utrecht itu sekaligus menjadi torehan tinta emas dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dia menjadi pemain pertama yang mampu menorehkan gol di kompetisi tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie. (irawan)

Video gol Stefano Lilipaly (vs PSV):

 
  • Rating :
  • 3/5 (46 votes)

Artikel terkait

Artikel Lainnya

  • LKG U-14 2014 resmi bergulir

    16 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Jabodetabek mengikuti kompetisi tahunan yang sudah digelar untuk kelima kalinya tersebut.


Komentar

Optional: Login below.

comments powered by Disqus