Indonesia
PSSI
Tiga Nama Ajukan Diri Jadi Calon Ketum PSSI
Keinginan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia untuk melengserkan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin sudah tak terbendung lagi. Setelah menggelar Kongres Tahunan, Minggu (5/2), KPSI kini sudah siap untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) guna melakukan pemilihan Ketua Umum serta kepengurusan PSSI anyar.
Soal itu, setidaknya tiga orang sudah mencalonkan diri dan siap untuk maju sebagai Ketum, yakni Hardi Hasan, Diza Rasyid Ali, dan Kurnia Utama. "Ketiga orang itu mencalonkan diri untuk menempati tiga posisi, yakni Ketum, Waketum, dan anggota exco," beber Iqbal Rurai, ketua pemilihan (KP), Selasa (7/2).
Hardi yang menjabat sebagai ketua Pengprov DKI Jakarta melakukan deklarasi soal keinginannya maju sebagai orang nomor satu di PSSI, di kantor KPSI, Selasa (7/2). "Saya hari ini, tanggal 7 Februari sudah mengambil formulir dan mendaftarkan diri sebagai ketum dan juga anggota exco. Saya pikir dari persyaratan yang diatur statuta, saya sudah memenuhi semuanya," ujar Hardi.
Dalam kesempatan itu pula, Hardi membeberkan visi dan misinya. "Yang pasti saya ingin membenahi PSSI. Supaya kembali ke statuta dan taat pada aturan. Menurut saya, mengelola PSSI tidak terlalu sulit. Pertama yang penting taat aturan, kemandirian menjalankan program sesuai hasil kongres. Dan terakhir mempersiapkan timnas yang tangguh dan bisa berprestasi di tingkat internasional," tegas Hardi. (Hilman)
Artikel Lainnya
-
PSSI Tunggu Respon Pihak Kepolisian
Hadiyandra meminta pihak kepolisian serius dalam menangani kasus penyegelan kantor PSSI oleh 14 Pengprov,
-
Skuad untuk Kualifikasi Piala AFC U-14 Ditentukan Pekan Ini
Langkah Indonesia akan dimulai dengan menghadapi Thailand, 28 Mei 2013.
-
Indonesia Diusahakan Bisa Beruji Coba Kontra Filipina
Selain kontra Belanda, timnas direncanakan juga bertemu Filipina.
-
Djohar Optimistis Indonesia Bisa Merepotkan Belanda
PSSI mengaku tetap yakin timnas bakal tetap tampil kompak meski tanpa pelatnas jangka panjang.


Komentar
mungkin kalo tdk ada ipl wasit tetap sogok sini sana, tidak ada wacana klub non apbd. Mungkin bru 50 ato 100 thn yang akan datang
sebenarnya aneh para pendukung isl, persibo gak pernah degradasi dan juara divisi utama dianggap dari divisi 2
Mas-mas dan Abanf sekalian,inilah buruknya Sepak Bola kita yg sudah dicemari kepentingan politik,yang lalu mengharamkan LPI,dan rezim lalu turun yg sekarang mengharamkan ISL,kalo saling dendam ga bakalan ada habisnya,"perampokan" Persija itu bukti ketidak becusan pengurus PSSI yg sekarang,itu bukan dualisme,tapi sudah bisa dinamakan "PERAMPOKAN",soal APBD itu dalam proses,ga bisa dengan gampangnya pembekuan APBD untuk klub LI dihapuskan,bertahap,tapi apa?semua berantakan karena adanya Liga Ilegal,kisruh ini ga akan berakhir sampai ada yg kalah bung,karena ini bukan lg menyangkut Olah Raga,tapi POLITIK,didunia Politik itu hanya ada "MENANG atau KALAH,bukan BENAR atau SALAH",lebur LPI dan ISL jadi satu nama LIGA INDONESIA TITIK.
@ILOVEINDONESIA elu tau ga? Klub2 yg di ISL di siapa pemimpinnya? Dr Partai Golkar. Lu lihat psms medan ISL, siapa dewan pembina/pemimpinnya? Si rahudman, rahudman siapa? Org Golkar. Lu lihat klub2 ISL lainnya, punya cerita yg sama. Sorry ya kalau lu suruh pilih, gw mending milih AP dari pada si lumpur Bakrie. Emang keduanya sama2 jelek. Tp disuruh milih dr yg terjelek mending milih AP deh.
Woi yg komen kontra pssi saat ini. Elu lihat besar2 pake mata lu siapa2 org KPSI itu.pengurus2 lama, apa sih prestasi mereka?udah sampe mana prestasi timnas dimasa kepemimpinan mereka? Klub2 isl cuma jadi bemper. Lu lihat yg katanya isi statuta. Dana apbd masih bisa dipake sampe thn 2014. PT LI kenapa ga mau diaudit? Kalau gw blg bela KPSI, berarti mendukung penggunaan APBD kembali. Masa ngaku klub pro tp masih minta2. Kelaut aja lu semua