Liga Italia
Serie A
Catania Permalukan Inter
Catania membungkam Inter Milan. (Foto: Getty Images)
Penampilan buruk Inter Milan di Serie-A mencapai puncaknya. Setelah hanya meraih dua kemenangan dari enam laga terakhir, kini Inter harus merasakan kekalahan ketiganya di musim ini setelah dibungkam tuan rumah, Catania, dengan skor 1-3, (12/3).
Hasil inimenjadi klimaks dari rentetan kekecewaan Inter dalam beberapa pekan terakhir. Selain hanya mampu mengoleksi empat kali imbang dan dua kemenangan, Inter juga terus dipusingkan dengan skorsing dan hukuman yang terus mendera pelatih serta pemainnya.
Di laga ini saja, Inter masih belum diperkuat oleh Pelatih Jose Murinho yang harus menjalani skorsing terakhirnya pascainsiden saat melawan Sampdoria.
Tidak hadirnya Mourinho di pinggir lapamgan kembali mempengaruhi performa skuad Inter. Hampir sepanjang laga koordinasi Javier Zanetti cs tidak berjalan dengan rapih.
Serangan-serangan yang dibangun pun cenderung sporadis dan tidak mengalir dengan skema yang rapih. Padahal, di laga ini mereka sudah kembali diperkuat Esteban Cambiasso yang baru kembali dari hukuman.
Sebagai tuan rumah, Catania sudah mampu memukau publik Angelo Massimino sejak awal babak pertama. Peluang pembuka mereka dapatkan saat laga baru berjalan tiga menit. Sayang tandukan Jorge Martinez masih melebar dari gawang Julio Cesar.
Peluang emas kembalu tercipta di menit ke-12. Berawal dari aksi Cesar menahan pergerakkan Richiutti, bola liar hampir dimaksimalkan Martinez, namun masih mampu diblok sebelum Capuano mampu menyambarnya lagi.
Inter baru menadpat kesempatan terbaik pertama di babak ini saat laga memasuki menit ke-19. Sayang sepakan Diego Milito memaksimalkan umpan Cambiasso masih melebar dari gawang. Dilanjutkan semenit kemudian ketikan sepakan Samuel Eto'o terpaksa membentur mistar gawang.
Memasuki pertengahan babak pertama, permainan kedua kubu menjadi semakin terbuka. Baik catania maupun Inter silih brganti menciptakan peluang emas untuk membuka skor. Namun dari sekian banyak kesempatan, tak ada satupun yang berbuah hasil hingga turun minum.
Memasuki babak kedua Inter mulai mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Upaya itu diperjelas dengan memasukkan Ricardo Quaresma guna menggantikan McDonald Mariga.
Usaha Inter berhasil. Memasuki menit ke-53, tim tamu mampu membuka gol lebih dulu melalui Milito. Diawali umpan terobosan dari Wesley Sneijder, Eto'o mampu lolos dari jebakan off-side dan berlari sendirian ke arah gawang.
Sadar ruang geraknya mulai ditutup oleh kiper Mariano Adujar, Eto'o memilih tidak egois dan mengirim bola kepada Milito yang langsung menceploskan bola ke gawang kosong.
Sayang upaya Inter hanya sampai disitu. Setelahnya, Catania praktis mampu lebih banyak menciptakan peluang berbahaya ke gawang Cesar.
Terlebih, Catania mampu bermain cermat dengan memanfaatkan lemahnya lini belakang Inter dalam mengantisipasi kecepatan. Apalagi, barisan pertahanan tim tamu diisi oleh defender senior seperti Lucio dan Marco Materazzi, yang terlihat kerap gagal mengantisipasi kecepatan-kecepatan Martinez cs.
Catania akhirnya berhasil menciptakan gol balasan di menit ke-73 melalui aksi Maxi Lopez yang mampu lepas darikawalan Lucio saat menyambut umpan silang mendatar Alvarez dari sisi kanan.
Inter mulai panik. Bayangan hasil imbang ketiga secara beruntun mulai menghinggapi mereka disisa babak kedua ini.
Rasa frustrasi Inter terlihat saat Sulley Muntari masuk menggantikan Cambiasso di menit ke-79. Hanya dua menit berada di lapangan, Muntari langsung diganjar kartu kuning kedua oleh wasit.
Kartu pertama hadir saat dia melakukan pelanggaran di luar kotak penalti Inter. Sementara, hanya berselang dua menit, dia kembali mendapatkannya saat menahan tendangan bebas Giuseppe Macara dengan tangannya di dalam kotak penalti.
Kartu merah pun melayang kepada Muntari sekaligus hadiah penalti untuk Catania. Mascara yang ditunjuk sebagai algojo mampu mengecoh Cesar dengan hanya mencungkil bola ke arah tengah. Catania unggul 2-1.
Inter semakin tertekan. Upaya memasukkan Goran Pandev guna menggantikan Dejan Stankovic pun tak mampu memberikan kontribusi apa-apa.
Hingga akhirnya keterpurukkan Inter mencapai puncaknya saat Catania menciptakan gol ketiganya di masa injury time . Melalui aksi individu Martinez dengan dingin dia mampu mengecoh Lucio dan Cesar sebelum menceploskan bola ke gawang.
Inter tertunduk hingga akhir laga. Hasil ini membuat AC Milan dan AS Roma berpeluang mendekatinya. Poin Intr dipuncak klasemen Serie-A tidak beranjak di angka 59. Sedangkan Catania perlahan beranjak meninggalkan zona degradasi dengan koleksi 28 poin. (Irawan)
Artikel Lainnya
-
Chiellini Segera Perpanjang Kontrak
Giorgio Chiellini akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun yang bernilai hingga 4 juta euro per musim.
-
Cassano Hampir Jadi Salesman
Antonio Cassano pernah berpikir untuk meninggalkan sepak bola dan menjadi salesman salami.
-
Zanetti Enggan Remehkan Milan
Javier Zanetti menganggap AC Milan sebagai pesaing kuat Inter Milan dalam perebutan gelar juara musim ini.
-
Inzaghi: Milan Setara Inter
Kehadiran Zlatan Ibrahimovic membuat AC Milan kini setara dengan Inter Milan.
-
Roma Jamin Mexes Tak Dijual
I Giallorossi menegaskan tidak pernah berniat untuk kehilangan Philippe Mexes.
Top Rated Article
- Disaksikan Ibra, Milan Pesta Gol
- Milan dan Juve Tidak Ada Kemajuan
- Krasic Rela Tekor Demi Latihan Perdana di Juve
- Debut Suram Penggawa Anyar Juventus
- Quagliarella ke Juventus karena Del Piero
- “Milan Harus ke Final Liga Champions”
- Peterpan Tak Tertarik ke Inter
- Milan dan Inter Inginkan Poli
- Aquilani Ogah Balik ke Anfield
- Allegri: Milan Minang Berkat Ibra
Klasemen Serie A
| # | Mn | Mg | S | K | SG | N | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Inter Milan | 38 | 24 | 10 | 4 | 75-34 | 82 |
| 2 | AS Roma | 38 | 24 | 8 | 6 | 68-41 | 80 |
| 3 | AC Milan | 38 | 20 | 10 | 8 | 60-39 | 70 |
| 4 | Sampdoria | 38 | 19 | 10 | 9 | 49-41 | 67 |
| 5 | Palermo | 38 | 18 | 11 | 9 | 59-47 | 65 |


Comment n Share on your facebook
Komentar