[x] close
  • print
  • send
  • bookmark
27 Januari 2010 | 13:35

Kapan Episode Buruk ini akan berakhir?


Kerusuhan Bonek Jumat (22/01) lalu seolah menjadi tamparan keras bagi persepakbolaan Indonesia. Baku hantam antara supporter fanatik Persebaya dengan warga Solo tersebut melanjutkan episode buruk sepak bola negeri ini. Kerusuhan tersebut 'hanyalah' satu dari sekian banyak kerusuhan supporter yang pernah terjadi. Bahkan sekarang, kerusuhan tersebut tidak hanya terjadi antar supporter, namun telah melibatkan warga 'di luar' lingkup sepak bola. Seperti juga yang dialami oleh supporter Persita beberapa waktu lalu.

Yups, anarkhis oknum supporter seolah telah mendarah daging dalam tubuh persepakbolaan negeri ini. Pihak-pihak tak bertanggung jawab seolah tak pernah jera berbuat ulah yang tentunya memperburuk reputasi sepak bola kita di mata dunia. Saya pun hanya bisa tercengang dan tak habis pikir, apa sebenarnya tujuan mereka melakukan tindakan tersebut? Mencari popularitaskah? Atau karena fanatisme buta terhadap klub yang mereka dukung? Sah-sah saja kita mendukung suatu klub. Tapi perlu diingat, jangan sampai tindakan kita dalam mendukung suatu klub, dapat merugikan orang lain atau bahkan klub yang kita dukung. Memang, bentuk ekspresi seseorang terhadap sesatu yang dicintainya berbeda-beda, tapi tetap harus memperhatikan batas-batas kewajaran.

Sejatinya, Bonek telah dijatuhi hukuman tak boleh menemani Persebaya di laga away karena telah berbuat kerusuhan saat Persebaja dijamu Pelita awal Januari lalu. Tapi mereka seola tak peduli dan tetap nekat berbondong-bondong ke Bandung untuk mendukung Bajul Ijo. Jika hukum sudah tak digubris, mau dibawa kemana sepak bola negeri kita tercinta ini? Banyaknya partai tanpa penonton, seharusnya menjadi pelajaran tersendiri bagi supporter agar berpikir seribu kali jika akan berbuat onar.
Kerusuhan supporter selaras dengan prestasi timnas yang kian menukik. Seharusnya ini bisa menjadi refleksi bagi PSSI terhadap rencana pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah PD '22.

Sudah pantaskah kita menjadi tuan rumah perhelatan sepak bola terakbar di kolong jagad tersebut?

  • Rating :
  • 5/5 (1 votes)

Terfavorit

Arsip