[x] close
[x] close

New User Sign Up
12 April 2013 | 20:21

“Jangan Patah Arang”

Borussia Dortmund vs Malaga (Foto: Getty Images)
Borussia Dortmund vs Malaga (Foto: Getty Images)

TIGA kata yang bertujuan untuk memotivasi itu sekilas sederhana. Tapi, andai benar-benar dijalankan dengan sepenuh hati dan ketulusan, hasil yang dipetik akan sangat besar. Di segala langkah apa pun, “Jangan Patah Arang” masih sangat relevan untuk dilakukan. Kalau tiga kata itu mampu terpatri di dada, niscaya keberhasilan dalam meraih impian bisa diraih.

Implementasi nasihat “Jangan Patah Arang” salah satunya adalah semangat pantang menyerah. Dalam hal apa pun, kalau kita mau berusaha keras, pasti akan berhasil. Dalam sepak bola, semangat tak kenal lelah kerap tersaji di lapangan. Bisa ditebak, tujuan mereka hanya satu yakni mencari kemenangan.

Laga Borussia Dortmund kontra Malaga di leg kedua perempat final Liga Champions 2012-13 (9/4), makin menebalkan bahwa semangat pantang menyerah mampu memberikan hasil terbaik. Bagaimana tidak, terlepas dari kontroversi yang tersaji, hingga menit ke-90, Die Borussen tertinggal 1-2. Di pinggir lapangan, senyum cerah sudah tersungging di bibir sejumlah pemain Malaga yang duduk di bench.  Bahkan, pelatih Manuel Pellegrini pun sudah mulai tenang. Ketegangan yang melanda hampir di sepanjang laga sudah mengendur.

Dalam hitungan menit, wasit Craig Thompson akan meniupkan peluit tanda berakhirnya laga. Pada saat itulah Malaga berpesta karena mampu lolos ke semifinal dengan keunggulan agregat 2-1 setelah pada laga pertama berakhir dengan skor 0-0. Tapi, Pellegrini dan pemainnya lupa kalau masih ada empat menit tambahan waktu yang diberikan wasit. Mereka pun tak menyadari kalau Robert Lewandowski cs belum menyerah kalah.

Bingo ! Perjuangan Die Borussen membuahkan hasil luar biasa. Gol dari Marco Reus pada menit ke-91 dan Felipe Santana pada menit ke-93 membuat Dortmund menang 3-2. Mereka pun lolos ke semifinal Liga Champions untuk kali pertama dalam 15 tahun terakhir. Perjuangan pantang menyerah terbukti membawa keberhasilan.

“Aku tak pernah berada dalam kondisi ini sebelumnya. Percayalah, apa yang kami alami saat ini seperti di Hoolywood. Kami memang diharuskan tak patah semangat sebelum peluit akhir pertandingan dibunyikan. Ternyata, bermain penuh keyakinan dan tak pernah merasa gagal, membuahkan hasil fantastis,” celetuk defender Neven Subotic.

Apa yang dilakukan Dortmund bukanlah keajaiban. Semua bisa terwujud karena ada usaha maksimal dan pantang menyerah. Di sepak bola, sudah banyak kejadian tentang keberhasilan setelah berjuang tanpa kenal lelah. Paling dramatis adalah saat Manchester United juara Liga Champions 1998-99. Tertinggal 0-1 hingga menit ke-90, Man. United mampu mencetak dua gol di masa tambahan waktu. Jika dihitung, selisih waktu antara gol pertama dan kedua hanya 148 detik!

Ucapan komentator televisi ITV, Clive Tyldesley, kala itu sampai saat ini masih terus dikenang. Secara implisit, komentarnya mengakui bahwa perjuangan pantang menyerah dan tak berputus asa akan membuahkan hasil gemilang. “Apakah Man. United bisa mencetak gol? Mereka selalu bisa melakukannya karena tak pernah menyerah dan berjuang keras sampai akhir!”

Sebenarnya masih banyak kisah-kisah comeback  yang berujung pada senyum ceria di sepak bola. Semua karena perjuangan pantang menyerah, tak patah arang, dan tak kenal lelah. Kalau di sepak bola semangat itu bisa muncul, seharusnya dalam kehidupn sehari-hari pun bisa dilakukan. Ingat, sebuah hasil apik hanya tercipta dengan kerja keras. Jangan takut akan kegagalan karena waktu untuk sukses selalu ada meski sempit. Caranya adalah pantang menyerah dan terus berusaha. (@edy_pram)

  • Rating :
  • 3/5 (90 votes)

Komentar

Optional: Login below.

comments powered by Disqus

Arsip