[x] close
[x] close

New User Sign Up
22 Januari 2011 | 06:06

Menyemai Idola Lapangan

Asis Budhi Pramono
Asis Budhi Pramono

Suasana berbeda terlihat di Main Atrium Cilandak Town Square Jakarta Selatan pada Kamis (20/1). Hall yang biasanya dijadikan jalan oleh pengunjung ditutup semipermanen. Kursi, panggung, dan layar ditempatkan di sana untuk menggelar launching Jakarta FC 1928.

Situasi menarik terjadi ketika presenter Tyo Nugroho dan Kamidia Radisti memperkenalkan barisan penggawa Jakarta FC.  Satu per satu wajah pemain dan staf pelatih terpampang di layar. Tyo dan Kamidia lantas memanggilnya naik ke panggung.

Akan tetapi, kedua presenter itu sengaja menyimpan pengumuman dua pemain lain. Tyo dan Kamidia memancing rasa penasaran hadirin dengan memberikan petunjuk-petunjuk khusus.

“Keduanya tampil memukau di Piala AFF 2010. Mereka membela negara lawan. Wajahnya juga ganteng,” kata Tyo dan Kamidia menggoda publik.

Kontan hadirin menebak-nebak. Beberapa pengunjung berbisik-bisik. Kaum wanita bahkan mulai histeris. Mereka tahu yang dimaksud adalah dua pemain asal Filipina yang sempat menjadi buah bibir yakni Philip dan James Younghusband.

Sayang, histeria itu sia-sia. Younghusband bersaudara tidak hadir. Keduanya hanya menyapa hadirin melalui video yang ditayangkan di layar.

Sepintas ini terkesan sepele. Namun pihak Jakarta FC dan Liga Primer Indonesia sudah melakukan satu langkah penting. Mereka mulai sadar sepak bola adalah hiburan lengkap segala perniknya.

Hiburan bukan cuma pentas aksi para pemain di atas lapangan. Sisi entertaintment juga menjadi faktor penting. Harus diakui, ini berguna untuk menarik minat masyarakat umum untuk melirik sepak bola dalam negeri. Contoh terbaik ada ketika “demam Irfan Bachdim” melanda Indonesia pada Piala AFF 2010. Keberadaanya membuat Stadion Utama Gelora Bung Karno dipenuhi oleh “suporter wangi”.

Akan tetapi, inti hiburan sepak bola yang berupa adu keahlian mengolah bola pantang dilupakan. Inilah tujuan sejati dari sebuah kompetisi. Namun duo Younghusband diperkirakan memiliki kemampuan tersebut. Setidaknya itulah yang diyakini pelatih Jakarta FC, Bambang Nurdiansyah. “Secara teknik, saya membutuhkan keduanya,” kata dia.

Bambang bahkan menilai kehadiran duo Younghusband bakal memiliki arti positif. “Keduanya bisa menjadi inspirasi. Artinya, banyak pemain muda yang nantinya ingin bermain sepak bola. Ini hal positif bagi sepak bola Indonesia,” ucapnya.

Sepak bola Indonesia butuh idola. Itulah salah satu modal untuk menggulirkan kompetisi yang profesional. Minat yang tumbuh bisa mengundang penonton ke stadion hingga menjual merchandise yang terbukti menjadi fondasi keuangan  klub-klub elite dunia. Belum lagi mengangkat minat untuk menonton di televisi. Segi inilah yang belum tergarap oleh kompetisi di dalam negeri.

Meski begitu, jangan kebablasan. Masyarakat sudah muak dengan tayangan sinetron yang tayang setiap hari televisi. Jangan sampai sinetron justru pindah ke lapangan hijau.

Asis Budhi Pramono
 Editor in Chief - Tabloid SOCCER & DuniaSoccer.com

  • Rating :
  • 3/5 (222 votes)

Komentar

Optional: Login below.

comments powered by Disqus

Arsip