[x] close
[x] close

New User Sign Up
14 Februari 2013 | 11:23

Ramuan Keabadian

Duel AS Roma vs Juve tidak bisa dilepaskan dari nama besar Francesco Totti dan Andrea Pirlo. (Foto: Dok. Soccer)
Duel AS Roma vs Juve tidak bisa dilepaskan dari nama besar Francesco Totti dan Andrea Pirlo. (Foto: Dok. Soccer)

AS Roma yang tengah limbung bakal menjamu Juventus yang tetap stabil di puncak klasemen sementara Serie-A. Duel ini tidak bisa dilepaskan dari nama besar Francesco Totti dan Andrea Pirlo. Generasi para pemain kedua klub boleh berganti. Namun, Totti dan Pirlo masih memiliki peran krusial di klubnya masing-masing. 

Pada musim ke-21 masa karier di Serie-A, standar permainan Totti tetap terjaga. Pria berumur 36 tahun ini terus memperlihatkan level permainan tertinggi. Buktinya, di Roma dia masih memimpin daftar assist dan jumlah golnya hanya berada di bawah Erik Lamela dan Pablo Osvaldo. Sementara, kiprah Pirlo di Juventus tidak perlu dipertanyakan lagi. Dia bagai muda kembali di I Bianconeri. Terbukti, menurut WhoScored , Pirlo adalah pemain dengan performa terbaik di Serie-A.

Menariknya, kekuatan Pirlo dan Totti hampir sama. Kedua pemain ini memiliki passing  akurat dan visi bermain istimewa. Tak aneh, mereka pintar menciptakan key pass  yang berujung peluang teciptanya sebuah gol. Pemain seperti Pirlo dan Totti sangat unik. Mereka tidak cuma mengandalkan skill  olah bola. Permainannya makin lengkap karena ketika bermain Pirlo dan Totti mengedepankan intelegensia.

Arti penting intelektualitas bagi pesepak bola pernah dibuktikan oleh Dinamo Kyiv yang meraih Piala Winners 1974-75 dan 1985-86. Pada masa kepelatihan mendiang Valeriy Lobanovskyi tersebut, Kyiv mementingkan intelegensia dalam merekrut pemain. Mereka melakukannya dengan cara melakukan tes khusus untuk mengetahui kecerdasan seorang pemain.

Penulis Simon Kuper pernah menjajal salah satu tesnya. Dia menceritakannya dengan apik dalam buku Soccer Against The Enemy . Saat itu, dia melakukan ujian memori. Kuper menghadapi sebuah layar televisi yang menampilkan gambar sembilan kotak. Di dalam gambar tersebut ada angka-angka di bawah 100 dengan jumlah berbeda-beda. Seketika angka-angka tersebut menghilang dan Kuper diminta untuk menebak dengan tepat. Kuper memainkan tes di tiga layar dan menebaknya dengan tepat sehingga mendapat skor 97%.

Menurut Profesor Anatoly Zeletnzov dari Dnepropetrowsk Insititute Physical of Science yang menjadi partner Lobanovskyi, tes ini bisa mengukur kemampuan pemain untuk mengingat posisi kawan atau lawan di lapangan. Kuper mudah melakukannya karena memiliki intelegensia tinggi.

Usia menjalani tes, Kuper akhirnya menyadari rahasia kekuatan seorang pengumpan andal.  “Tes ini memperlihatkan penyebab para pemain yang memiliki passing apik cenderung punya intelektualitas lebih tinggi dibanding pemain lain,” tutur Kuper.

Totti dan Pirlo adalah para pemain yang dimaksud Kuper. Tanpa intelegensia tinggi, tidak mungkin kedua pemain tersebut mampu menciptakan umpan-umpan akurat. Itulah salah satu rahasia keabadian performa Pirlo dan Totti. Standar permainan tetap tinggi meski kemampuan fisik kian menurun karena keduanya lebih mengandalkan intelegensia bermain. Sasanya sudah tidak sabar untuk menyaksikan keduanya adu kemampuan pada akhir pekan nanti.

Simak ulasan lengkap duel AS Roma versus Juventus di Tabloid SOCCER Edisi No. 33/XIII  yang telah beredar mulai Kamis, 14 Februari ini.

Asis Budhi Pramono  
 (Editor in Chief Tabloid SOCCER)

  • Rating :
  • 3/5 (134 votes)

Komentar

Optional: Login below.

comments powered by Disqus

Arsip