[x] close
[x] close

New User Sign Up
31 Agustus 2010 | 22:29

Sepak Bola Indonesia


Sepakbola tidak diragukan lagi merupakan olahraga paling populer di kolong jagat ini. Begitu juga di Indonesia ini, tapi sayangnya persepakbolaan di negeri ini masih buruk. Buruk bukan berarti tidak hanya tidak punya prestasi saja. Buruk disini dilihat dari kualitas liga maupun induk organisasinya. Padahal dulu Indonesia termasuk negeri yang bagus dalam sepak bola, bukan hanya di Asia Tenggara tapiu di level Asia.
Banyak hal yang menyebabkan sepak bla Indonesia belum maju-maju juga. Hal tersebut di antaranya:
1. Induk organisasi yang buruk.
Dengan organisasi yang buruk mustahil dapat menghasilkan pemain bola yang handal. Bukti buruknya organisasi (PSSI) ini terlihat dari buruknya dalam mengelola kompetisi, ketidak konsistenan dalam membuat keputusan-keputusan. selain itu sepertinya kompetisi untuk usia muda belum rutin digelar.
2. Klub belum bisa mandiri.
Harus diakui di Indonesia ini masih belum banyak klub yang biusa mandiri dalam mencari dana melalui sponsor. Mereka kebanyakan masih mengandalkan bantuan dari pemerintah yang berupa APBD. Yang menyedihkan, dana tersebut lebih banyak digunakan untuk jor-joran membeli pemain yang mahal daripada untuk mengembangkan pemain muda atau memperbaiki fasilitas klub, seperti stadion.
3. Tidak punya pemandu bakat yang handal.
Hal ini dapat kita lihat dari cara klub dalam merekrut pemain. Mereka dalm merekrut pemain menggunakan cara seleksi pemain, bahkan untuk pemain asing pun. Harusnya hal tersbeut dilakukan untuk merekrut pemain muda saja. Pantas saja kesulitan mencari pemain berbakat, lha wong mencari pemain sja pakai cara seleksi. Aapa di Indonesia ini tidaka da orang yang jago dalam mengamati bakat pemain? Apa tidak bisa melalui video pertandingan atau emgamti langsung saja?
3. Suporter yang terlalu fannatik.
Tidak bisa dipungkiri kalau suporter Indonesiamememilik antusiasme yang besar dalam mendukung tim kesayangannya. Sayangnya kebanyakan suporter akan membuat rusuh apabila timnya kalah. Itu bukti kurang dewasanya suporter Indonesia. Hal ini terjadi karena mereka hanya menginginkan kemenangan saja, tidak memahami keindahan sepakbola dan kesenangan dalam bermain bola. Kalau semua suporter Indonesia memiliki pemahaman seprti itu psti tidak ada kerusuhan.
Hungaria saja yang pernah memiliki tim kuat bahkan dijuluki "juara tanpa mahkota" saja sekarang menjadi tim medioker di Eropa. Spanyol saja yang kualitas liganya sudah bagus dari dulu baru bisa juara WC tahun ini. Jadi kalau Indonesia belum maju sepak bolanya ya jangan terlalu sedih. Sebelum memicarakan tentang prestasi lebih baik memikirkan cara gar sepak bola di negeri ini bisa maju.

  • Rating :
  • 3/5 (44 votes)

Arsip