[x] close
[x] close

New User Sign Up
28 April 2011 | 11:10

Sepak Bola, Sepakbola, Bola Sepak


Sebagai penggemar sepak bola, saya sering merasa bingung dengan kata ‘sepak bola’ dalam Bahasa Indonesia. Makna ‘sepak bola’ memang mudah dimengerti, yaitu permainan beregu di lapangan, menggunakan bola sepak dari dua kelompok yang berlawanan, yang masing-masing terdiri atas sebelas pemain, berlangsung selama 2 x 45 menit, dengan kemenangan yang ditentukan oleh selisih gol yang masuk ke gawang lawan (Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online). Sementara menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) tahun 1976, ‘sepak bola’ adalah permainan bola biasa, yang ditendang dengan kaki, atau singkatnya bermain bola dengan kaki.

Yang membuat saya bingung adalah penulisan kata ‘sepak bola’ tersebut. Karena dalam beberapa literatur maupun dalam dunia jurnalistik, sering terjadi inkonsistensi penulisan ‘sepak bola’ (sepak dan bola dipisah) dan ‘sepakbola’ (sepak dan bola digabung). Begitu juga jika mengacu pada penggunaan kata tersebut secara institusional, dimana Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia menggabung kata tersebut sehingga dikenal dengan singkatan PSSI, bukan PSBSI. Sementara Sekolah Sepak Bola lebih dikenal dengan singkatan SSB, bukan SS.

Satu hal lagi yang cukup membingungkan adalah tata letak dari kata ‘sepak bola’, jika kedua kata tersebut dipisah. Dibandingkan dengan olahraga lain yang maknanya diadaptasi dari kata bahasa asing seperti bola basket dari basketball atau bola voli dari volleyball, ada beberapa orang yang menganggap seharusnya ‘sepak bola’ disebut ‘bola sepak’. Argumen tersebut cukup beralasan jika melihat kata asing dari ‘sepak bola’,, ehh.. ‘bola sepak’ yakni football.

Namun kebingungan-kebingungan saya tersebut mulai hilang setelah saya berkonsultasi dengan Bapak Waway Tiswaya, Drs., M.Hum., dosen Jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Pak Waway menyimpulkan bahwa jika kita ingin menggunakan kata ‘sepak bola’ dalam penulisan karya ilmiah, kita harus berpedoman pada KBBI, yang berarti ‘sepak’ dan ‘bola’ dipisah. Namun jika kita menggunakan kata tersebut dalam bidang lain seperti dalam pemberitaan media atau penggunaan secara institusional, tidaklah keliru jika kedua kata tersebut digabung, selama makna kontekstual dari kata tersebut masih dapat dimengerti oleh orang yang membacanya. Hal ini dikarenakan ‘sepak bola’ merupakan kata majemuk, bukan berupa frase, di mana persepsi orang yang membaca suatu kata majemuk akan terfokus ke satu makna. Artinya, jika kita membaca kata ‘sepak bola’ (dipisah) atau ‘sepakbola’ (digabung), persepsi kita akan makna dari kata tersebut akan tertuju pada penjelasan yang telah dikemukakan di awal blogpost ini (kalimat ke-2 dan ke-3, paragraf 1). Contoh lain kata majemuk yang sebelumnya dipisah, tetapi sekarang banyak digunakan dengan cara digabung adalah ‘matahari’ dan ‘saputangan’.

Untuk tata letak, kita harus menyesuaikan tata letak kata dengan konteks pembicaraan. Jika konteksnya adalah ‘permainan sepak bola’, maka kita gunakan ‘sepak bola’. Jika konteksnya ‘bola yang digunakan dalam permainan sepak bola’, maka kita gunakan ‘bola sepak’. Keduanya adalah kata benda, namun memiliki arti yang berbeda bergantung pada konteks pembicaraan. Sementara untuk masalah adaptasi dari bahasa asing, kita jangan langsung mengartikannya secara harfiah lalu memaknai kata tersebut dengan makna yang sama dengan kata bahasa asing-nya. Bola basket, dari kata basketball, di mana basket dan ball keduanya adalah kata benda. Begitu juga dengan bola tangan, dari kata handball, di mana hand dan ball keduanya adalah kata benda. Namun football, keliru jika kita artikan sebagai ‘bola sepak’, karena foot berarti kaki, bukan sepak (sepak dalam bahasa Inggris adalah kick). Jika kita artikan sebagai ‘bola kaki’ mungkin benar, tapi keliru jika kita artikan sebagai ‘bola sepak’, karena sepak bukanlah kata benda melainkan kata kerja. Jadi, yang benar itu ya sepak bola, dan bola kaki (sebagai permainan). Bola sepak? Keliru!

Kesimpulannya, sebagai akademisi yang ingin menyusun karya ilmiah dengan topik sepak bola, maka kita harus berpedoman pada KBBI (sepak dan bola dipisah). Tapi tidaklah keliru jika kita melihat kata sepak dan bola digabung dalam media atau penamaan institusi, selama makna dari kata tersebut dipersepsikan sama dengan penjelasan yang terdapat dalam KBBI. Sementara tata letak kata ‘sepak bola’, bergantung pada konteks pembicaraan, jika berbicara tentang permainan, gunakan ‘sepak bola, jika berbicara tentang bola yang digunakan dalam permainan, gunakan ‘bola sepak’. Junjung tinggi bahasa kita, Bahasa Indonesia, dan jangan ikuti cara negara tetangga, yang menyebutnya sebagai ‘bola sepak’, heheheee..

MAJU TERUS SEPAK BOLA INDONESIA!!

*Untuk blogpost ini, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Waway Tiswaya, Drs., M.Hum. atas konsultasinya.

blogpost ini juga bisa dilihat di http://ajaysibohaysexy.blogspot.com/2011/04/sepak-bola-sepakbola-bola-sepak.html

  • Rating :
  • 3/5 (68 votes)

Arsip